Social Icons

Pages

Kamis, 16 Mei 2013

Kanker kelenjar getah bening:


Limfoma atau kanker kelenjar getah bening adalah sejenis kanker pada sistem limfatik yang tumbuh akibat mutasi (terjadinya perubahan) sel limfosit (sejenis sel darah putih) yang sebelumnya normal menjadi abnormal dan ganas. Seperti halnya limfosit normal, limfosit ganas dapat tumbuh pada berbagai organ dalam tubuh termasuk kelenjar getah bening, limpa, sum-sum tulang, darah maupun organ lainnya.
Atau Limfoma merupakan Jenis tertentu sel darah putih, yang disebut limfosit, sangat penting untuk ketahanan tubuh Anda terhadap penyakit. Sel-sel ini terkena berbagai substansi bahkan tubuh dalam upaya untuk membangun kekebalan. Pada tempat-tempat tertentu sel-sel ini berkumpul untuk menyaring substansi-substansi yang disebut kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening ditemukan di mana saja dalam tubuh, terutama di leher, ketiak, selangkangan, di atas jantung, di sekitar pembuluh darah besar dalam perut. Limfosit juga berkelompok bersama pada limpa, tonsil, dan timus. Limfoma adalah jenis kanker yang berkembang pada limfosit pada daerah tersebut.
Sistem limfatik merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang mengalir ke seluruh tubuh dan berguna untuk melawan virus, bakteri dan jamur, yang dapat mengakibatkan timbulnya infeksi didalam tubuh kita.
Limfoma biasanya muncul sebagai benjolan tanpa nyeri yang permanen atau membesar dalam ukuran. Seorang dokter harus melihat jika ada pembengkakan tanpa rasa sakit di leher, ketiak atau selangkangan dengan atau tanpa demam terus menerus, keringat bercucuran atau penurunan berat badan tanpa sebab.
Sistem limfatik:
Jenis limfoma yang paling umum diketemukan adalah Limfoma Non-Hodgkin (LNH). LNH merupakan keganasan yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan sel kelenjar getah bening secara tidak terkontrol.
LNH dibedakan lagi menjadi tipe LNH indolen (low grade) yang berkembang secara perlahan dan LNH agresif (high grade) yang berkembang lebih cepat. Klasifikasi LNH ini membantu dokter untuk menentukan terapi yang tepat. Limfoma agresif sangat sensitif terhadap terapi sehingga memiliki potensi yang lebih besar untuk disembuhkan.
Limfoma Non-Hodgkin dapat disembuhkan, jadi semakin cepat Anda berobat, semakin besar peluang Anda untuk sembuh!
Resiko dan Penyebab
Tidak ada penyebab khusus untuk limfoma tetapi limfoma terkait erat dengan sistem kekebalan yang menurun secara abnormal yang mungkin ada sejak lahir atau berhubungan dengan virus seperti virus AIDS.
gejala umum Limfoma Non-Hodgkin
Gejala-gejala umum LNH diantaranya diketemukannya benjolan di leher, ketiak dan selangkangan, demam tanpa sebab, berkeringat di malam hari, berat badan turun drastis tanpa penyebab yang jelas dan rasa lelah terus menerus.






Stadium Limfoma:
Stadium 1
Limfoma berada pada satu kelompok kelenjar getah bening.
Stadium 2
Limfoma berada pada dua atau lebih kelompok kelenjar getah bening, dan berada pada satu sisi diafragma (sekat antara rongga perut dan rongga dada).
Stadium 3
Ada lebih dari dua kelompok kelenjar getah bening yang berada pada dua sisi diafragma.
Stadium 4
Limfoma telah terjadi di organ tubuh lain seperti di paru-paru, perut atau di sumsum tulang.

Diagnosis LNH bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
Pemeriksaan darah.
Biopsi Benjolan.
Rontgen dada untuk memberikan  gambaran organ dan stuktur lain yang terdapat di rongga dada termasuk jantung, paru-paru, pembuluh  darah dan lain-lain.
CT-Scan.       

Pengobatan Limfoma
            Pengobatan limfoma mungkin memerlukan kemoterapi. Obat kemoterapi disuntikkan ke dalam pembuluh darah di tangan atau ditelan berupa pil. Setiap pengobatan diberikan pada interval yang diatur untuk membunuh sel-sel kanker dan memungkinkan tubuh untuk pulih. Obat-obat beredar ke seluruh tubuh sehingga mencapai sel-sel kanker bahkan ketika mereka menyebar.
Terapi radiasi adalah pengobatan terlokalisasi menggunakan sinar energi tinggi untuk membunuh sel-sel limfoma dimanapun sinar diarahkan. Daerah yang dicakup mungkin hanya kelenjar getah bening atau organ yang terlibat oleh limfoma atau, pada beberapa kasus, untuk daerah yang lebih luas meliputi kelenjar getah bening di leher, dada dan di bawah kedua ketiak. Ini dapat diberikan sendiri atau dikombinasikan dengan kemoterapi. Terapi biologi menggunakan produk yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Ini dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan kemoterapi.
Banyak perkembangan baru di bidang terapi biologikal yang muncul. Antibodi terhadap satu jenis limfoma telah dikembangkan dan dapat digunakan ketika terapi konvensional tidak lagi efektif. Pengobatan gabungan kemoterapi dosis tinggi sedang dipelajari untuk pasien tertentu. Disini kemoterapi diberikan pada dosis lebih tinggi dari pengobatan kemoterapi standar untuk membunuh sel-sel limfoma yang tersisa. Tetapi dosis tinggi juga membunuh sumsum tulang yang sehat yang menghasilkan sel darah putih (sel yang melawan infeksi), sel darah merah (sel-sel yang membawa oksigen), dan trombosit (sel yang mencegah pendarahan). Untuk membantu pasien menahan kemoterapi dosis tinggi, sel batang atau sumsum tulang dari pasien atau donor dikumpulkan sebelumnya. Setelah pasien menerima kemoterapi, sel-sel batang sumsum tulang atau dikembalikan kepada pasien melalui infus di pembuluh darah tangan. Tahap limfoma ketika didiagnosis dan apakah itu tumbuh lambat atau agresif akan menentukan jenis terapi yang diberikan.
Prognosis Kanker LimfomaCancer
 Pemeriksaan klinis, sinar X dan laporan patologi usia dan status kesehatan keseluruhan dari pasien membantu tim medis untuk memutuskan kemungkinan perkembangan kasus individu Limfoma. Kemudian, tentu saja pengobatan yang sesuai akan dilakukan. Strategi pengobatan bervariasi dari orang ke orang. Dengan pengobatan yang tepat dan sesuai, hasil seseorang dengan Limfoma adalah baik.

 Obat kanker kelenjar getah bening tradisional
Obat kanker kelenjar getah bening tradisional dengan bahan-bahan alami yang sudah banyak terdapat di bumi alam indonesia ini, bahan alami yang baik untuk penyakit kanker diantaranya adalah ; daun sirsak, kulit manggis, apel dan lainnya.
 Mari kita membahas apa kata para peneliti mengenai alasan dan bagai mana bahan-bahan tersebut melawan penyakit kanker.
Manfaat daun sirsak sebagai obat kanker kelenjar getah bening : Peneliti di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung, Prof Soelaksono Sastrodihardjo PhD yang meriset daun sirsak bersama Jerry L McLaughlin menemukan senyawa aktif acetogenins. Acetogenins ini yang menghαmbat ATP kanker (sumber energi di dalam tubuh). Sastrodihardjo menjelaskan, Sel kanker membutuhkan banyak energi sehingga membutuhkan banyak ATP Acetogenins masuk dan menempel di reseptor dinding sel dan merusak ATP di dinding mitokondria. Dampaknya produksi energi di dalam sel kanker pun berhenti dan akhirnya sel kanker mati. Hebatnya acetogenins sangat selektif, hanya menyerang sel kanker yang memiliki kelebihan ATP. Senyawa itu tak menyerang sel-sel lain yang normal di dalam tubuh. ‘Acetogenins mengganggu peredaran sel kanker dengan cara mengurangi jumlah ATP. Hal ini yang membuat senyawa dalam daun sirsak dianggap selektif dan hanya memilih sel kanker untuk diserang,’
             Manfaat kulit manggis sebagai obat kanker kelenjar getah bening : berdasar penelitian kulit manggis mengandung antioksidan tinggi. Antioksidan digunakan untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh. Fungsi xanthon diantaranya membuat melemahnya sel kanker dan bahkan bunuh diri (antiproliferasi dan apoptosis).
            Manfaat apel sebagai obat kanker kelenjar getah bening : Dalam penelitian tersebut juga disebutkan bahwa sari dari buah apel adalah kombinasi dari Phytochemical seperti flafonoid dan polyphenol. Kedua zat tersebut dapat mengganggu pertumbuhan sel kanker. Jika sari buah apel digabungkan dengan saluran sel kanker pada usus besar manusia (colon), maka sari yang dibuat dengan kulit apel dapat menghentikan pertumbuhan sel kanker.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text